Rabu, 05 Desember 2012

TEKNIK PENGAMBILAN CONTOH TANAH TERGANGGU DAN AGREGAT UTUH (BONGKAH)


TEKNIK PENGAMBILAN CONTOH TANAH TERGANGGU
DAN AGREGAT UTUH (BONGKAH)
(Laporan Kolektif Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah)







Oleh
Kelompok 5

Nico Irvan Pradana (1014121139)
Restu Yassin (1014121150)
Rudianto Butar-butar (1014121163)
Shintya Wulandari (1014121170)
Sri Nur Arifta Oktavia Irwani (1014121174)
Tety Maryenti (1014121179)

















LABORATORIUM ILMU TANAH
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011



LEMBAR PENGESAHAN


Judul Praktikum                      : Teknik Pengambilan Contoh Tanah Terganggu dan Agregat Utuh (Bongkah)
Tanggal Praktikum                  : 19 November 2011
Tempat Praktikum                   : Laboratorium Ilmu Tanah
Nama                                       :
Nico Irvan Pradana (1014121139)
Restu Yassin (1014121150)
Rudianto Butar-butar (1014121163)
Shintya Wulandari (1014121170)
Sri Nur Arifta Oktavia Irwani (1014121174)
Tety Maryenti (1014121179)

Jurusan                                    : Agroteknologi
Kelompok                               : 5 (Lima)

Bandar Lampung, 19 November 2011
                                                                          Mengetahui,
                                                                          Asisten




                                                                           Rifky Artha Prawira
                                                                          0914013153



I.       PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Tanah adalah bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital perannanya bagi semua kehidupan di bumi, karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi kar untuk bernafas dan rumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagaimikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.

Contoh tanah adalah suatu volume massa tranah yang diambil dari suatu bagian tubuh tanah (horizon/lapisan/solum) dengan cara-cara tertentu disesuaikan dengan sifat-sifat yang akan diteliti secara lebih detail di laboratorium. Pengambilan contoh tanah dapat dilakukan dengan 2 teknik yaitu pengambilan contoh tanah secara utuh dan pengambilan contoh tanah secara tidak utuh. Sebagaimana dikatakan dimuka bahwa pengambilan contoh tanah disesuaikan dengancontoh tanah dalam keadaan agregat utuh sifat-sifatnya, ada 3 macam pengambilan contoh tanah yaitu :
  1. contoh tanah utuh yang diperlukan untuk analisis penetapan berat isi, ukuran pori, dan permeabilitas.
  2. contoh tanahdalam keadaan agregat utuh untuk penetapan kemantapan agregat dan kemantapan agregat ukuran.
  3. contoh tanah terganggu, yang diperlukan untuk penetapan kadar lengas, tetapan atterberg, kenaikan kapiler, sudut singgung, kadar air, pH tanah, kandungan bahan organik, dan juga kandungan unsur hara tanah seperti P-tersedia, total N, dan lain-lain.

Untuk penetapan sifat kimia tanah misalnya kandungan hara (N,P,K,dll), kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa dll digunakan juga contoh tanah terganggu.


1.2 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum kali ini adalah :
  1. Untuk mengetahui sifat-sofat tanah pada suatu titik pengamatan
  2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses terbentuknya tanah
  3. Menegtahui teknik pengambilan contoh tanah agregat utuh (bongkah) dan contoh tanah terganggu.




















II. TINJAUAN PUSTAKA


Contoh tanah yang baik hanya akan diperoleh jika pengambilan memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
1.      Dengan memperhatikan perbedaan-perbedaan dalam hal topografi, sifat atau watak tanah, warna tanah, dan perbedaan-perbedaan lain yang menimbulakn kelalaian.
2.      Merupakan contoh individual, yang banyak tergantung dari keadaan lokasi yang dalam hal ini :
  1. Kalau tanahnya homogen sebaiknya diambil lima sampai dua puluh contoh lain.
  2. Contoh-contoh tanah individual ini, sebaiknya diambil dan dikumpulkan atau dicampur merata disebut contoh tanah rata-rata
  3. Kalau contoh tanah homogen itu luas, 2-5 Ha yang terdiri dari suatu contoh tanah individual.
3.      Contoh tanah dari kasus, seperti tanah dari perumahan jalan, tanggul persawahan, selokan, tanah bekas penimbunan pupuk, supaya jangan diambil atau sama sekali tidak boleh dianalisa (Poerwowidodo,1991).

Pengambilan contoh tanah merupakan tahapan terpenting didalam program uji tanah merupakan tahapan terpenting di dalam program uji tanah. Analisis kimia dari contoh tanah diperlukan untuk mengukur kadar hara, menetapkan status hara tanah dan dapat digunkan sebagai petunjuk penggunaan pupuk dan kapur secara efisien, rasional, dan menguntungkan. Namun, hasil uji tanah tidak berarti apabila contoh tanah yang diambil tidak mewakili areal yang dimintakan rekomendasinya dan tidak cara benar (Nurhayati Hakim,1986)

Dalam teknik pengambilan contoh tanah diperlukan tiga macam contoh tanah yaitu : (1) contoh tanah utuh untuk penetapan kerapatan isi, kerapatan jenis, ruang pori total, pF dan permebilitas; (2) contoh tanah dengan agregat utuh untuk penetapan kemantapan agregat dan nilai cole; (3) contoh tanah terganggu untuk penetapan-penetapan kadar air, tekstur, konsistensi, dan kadar air optimum, (Tim Dosen, 2010)

Bentuk dan ukuran agregat serta gumpalan tanah yang tidak dapat saling merapat merupakan dasar dari pori-pori tanah, yaitu ruang antara agregat yang satu dengan yang lain yang disebut pori-pori tanah makro dan mikro tanah. Jadi porositas tanah adalah jumlah ruang volume seluruh pori-pori makro dan mikro dalam tanah yang dinyatakan dalam presentase volume tanah di lapangan, (AAK,1983)

Contoh tanah untuk diuji tanah sebaiknya merupakan contoh tanah komposit yaitu contoh tanah campuran dari contoh-contoh tanah komposit yaitucontoh tanah campuran dari contoh tanah individu. Contoh tanah komposit harus mewakilkan bentuk lahan yang akan dikembangkan atau digunakan untuk tujuan pertanian. Contoh tanah individu diambil dari lapisan olah atau lapisan perakaran. Satu contoh komposit mewakili hamparan yang homogen 10-15 ha. Areal yang akan diambil contohnya diamati dahulu keadaan topografi, tekstur, warna tanah, pertumbuhan tanaman, input (pupuk, kapur, bahan organik, dan sebagainya), dan renana dapat diamparan yang sama, (Hardjowigeno,1987).

Contoh tanah dapat diambil setiap saat, tidak perlu menunggu saat sebelum tanam namun tidak boleh dilakukan beberapa hari setelah pemupukan. Keadaan tanah saat pengambilan contoh tanah pada lahan sebaiknya pada kondisi kapasitas lapang (kelembaban tanah sedang yaitu keadaan tanah kira-kira cukup untuk pengolahan tanah). Sedang pengambilan pada lahan sawah sebaiknya diambil pada kondisi lahan basah (Kemas Ali Hanafiah,2007).






III. METODE PERCOBAAN


3.1 Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
  • Cangkul
  • Kotak kayu
  • Kanong Plastik
  • Spidol
  • Contoh Tanah

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah
  • Cangkul
  • Bor tanah
  • Meteran
  • Kantong plastik
  • Spidol
  • Contoh Tanah


3.2 Cara Kerja

Prosedur I (Tanah Agregat)
Digali tanah dengan menggunakan cangkul sampai kedalaman yang diinginkan
 


Diambil contoh tanah agregat utuh pada permukaan tanah
 


Diambil contoh tanah yang masih berbentuk gumpalan-gumpalan tanah yang masih dibatasi belahan alami
 

Dimasukkan contoh tanah ke dalam kotak kayu
 

Ditulis lokasi, tanggal pengambilan, dan kedalaman
 


Dimasukkan pengangkutan contoh tanah dengan hati-hati ke dalam kantong plastik
 

Dimasukkan contoh tanah dalam plastik dan kotak kayu agar tanah tidak hancur


Prosedur II (Tanah Terganggu Metode Komposit)
Ditentukan lokasi pengambilan contoh tanah
 

Diambil contoh tanah terganggu dengan menggunkan bor pada kedalaman 0-20 cm (top soil) dan 20-40 cm (sub soil)
 

Dimasukkan contoh tanah ke dalam kantong plastik, diikat, dan kemudian diberi label
 


Diambil tanah dari beberapa titik, dicampurkan, dan kemudiqan diaduk
 

Dimasukkan dalam kantong plastik besar, diberi label lokasi, waktu, dan kedalamannya
 

Dibawa ke laboratorium untuk dianalisis















IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Data Pengamatan
Tanah Agregat Utuh (Bongkah)
Tanah Terganggu
Lokasi 1
Kedalaman 0-20 cm
Lokasi 1
Kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm
Lokasi 2
Kedalaman 0-20 cm
Lokasi 2
Kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm


4.2 Pembahasan

Pada pengambilan contoh tanah agregat utuh diambil pada permukaan tanah atau top soil (0-20 cm) sedangkan untuk pengambilan contoh tanah terganggu diambil pada kedalaman 0-20 dan 20-40 cm. Semakin dalamnya tanah, maka tidak ditemukan agregat utuh lagi (bongkah), yang ada hanya tanah terganggu.

Teknik pengambilan contoh tanah agregat utuh (bongkah) yaitu dengan menggunkan cangkul untuk menggali kedalaman yaitu sekitar 0-20 cm. Pengambilan dilakukan di dua tempatyaitu lokasi 1 dan lokasi 2. sedangkan pada tanah terganngu menggunakan metode komposit. Tekniknya yaitu mengambil contoh tanah pada suatu areal atau bentang lahan yang relatif homogen, disatukan dan dicampur hingga merata, kemudian contoh tanah dianalisis.

Analisis contoh tanah memerlukan contoh tanah yang berbeda, tergantung pada tujuan analisis. Ada beberapa jenis contoh tanah, yaitu
1.      Contoh tanah utuh (undisturbed soil sample) untuk penetapan kerapatan isi, kerapatan jenis partikel, dan ruang pori total, pF, dan permeabilitas. Contoh tanah utuh merupakan contoh tanah yang diambil dari lapisan tertentu dalam keadaan tidak terganngu.
2.      Contoh tanah dengan agregat utuh atau bongkah untuk penetapan nilai cole dan kemantapan agregat. Contoh tanah agregat utuh adalah contoh tanah berupa bongkahan alami yang kokoh dan tidak mudah pecah.
3.      Contoh tanah terganggu digunakan untuk analisis berbagai macam sifat fisik dan kimia tanah, seperti penetapan kadar air tanah, tekstur, kandungan bahan organik, pH, dan kandungan unsur hara tanah seperti P tersedia, total N, dan lain-lain.

Metode komposit adalah metode pengambilan contoh tanah pada beberapa titik pengfambilan pada suatu areal/bentang lahan yang relatif homogen, kemudian contoh-contoh tersebut disatukan, dicampur, dan dianalisis. Asumsi metode ini yaitu hasil analisinya memberikan hasil analisis yang sama jika contoh tanah yang membentuk komposit tersbut diambil secara satu per satu atau di setiap titik atau individual.





V. KESIMPULAN


Berdasarkan percobaan dan pembahasan, maka dapat didapatkan kesimpulan sebagai berikut
  1. Contoh tanah agregat (utuh/bongkah) dan tanah terganggu memilki kegunaannya masing-masing
  2. Pengambilan contoh tanah dengan metode komposit lebih menguntungkan karena mengurangi biaya analisis
  3. Ada beberapa jenis contoh tanah, yaitu contoh tanah utuh, agregat utuh, dan tanah terganggu
  4. Pengambilan contoh tanah agregat utuh pada permukaan 0-20 cm
  5. Pengambilan contoh tanah terganggu pada kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm
  6. Sifat-sifat tanah bervariasi menurut tempat dan waktu.
















DAFTAR PUSTAKA


AAK.1983. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Yogyakarta : Kanisius.

Hardjowigeno.1987. Ilmu Tanah. Jakarta : Rajawali Press.

Kemas Alai Hanafiah.2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT Rajagrafindo.

Nurhayati, Hakim. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung : Universitas Lampung.

Poerwowidodo.1991. Ganesa Tanah. Jakarta : Rajawali Press.

Tim dosen. 2010. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung : Universitas Lampung.





























LAMPIRAN


















PERTANYAAN


1.      Apa yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pengambilan contoh tanah?
2.      Jelaskan metode pengambilan contoh tanah selain metode komposit?

Jawab :

1. Yang harus diperhitungkan dalam perencanaan pengambilan contoh tanah yaitu
v  Lokasi yang homogen seperti topografi, iklim
v  Waktu dan keadaan tempat
v  Teknik pengambilannya
v  Perlakuan dalam membawa sampel ke tempat/ke dalam plastik/ kotak kayu
v  Pemberian label dalam pengambilan contoh tanah

2. Yaitu metode dengan menggunakan tabung silinder pada tanah utuh untuk menetapkan kerapatan isi dan ruang pori total. Pengangkutannya harus hati-hati untuk menghindarkan dari kerusakan struktur, sehingga digunkan untuk tabung silinder.




0 komentar:

Poskan Komentar

Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD

Template by:

Free Blog Templates