Senin, 03 Desember 2012

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM




PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM
 (Laporan Praktikum Teknologi Benih)





Oleh

Tety Maryenti
1014121179










   










LABORATORIUM BENIH
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011





I. PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

Pengenalan alat laboratorium sangatlah penting untuk praktikan karena pada mata kuliah Teknologi Benih, Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum, dll, pasti akan ada praktikum yang berhubungan dengan laboratorium. Setiap melaksanakan praktikum, kita akan menjumpai alat-alat yang kita gunakan dalam praktikum. Namun, terkadang kita tidak mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut.

Selain itu, pengenalan alat-alat laboratorium juga penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.  Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika tidak sesuai dengan prosedur pemakaian.  Untuk itu,kita harus mengetahui nama, fungsi, dan prinsip kerja alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan percobaan dan guna memperlancar pemakaian pada praktikum-praktikum mendatang.

Praktikum ini dilakukan agar mahasiswa dapat mengenal beberapa alat standar dalam laboratorium dan mengetahui nama, fungsi, serta prinsip kerja dari masing-masing alat yang akan kita gunakan dalam proses praktikum.


B.    Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.     Mengenal berbagai alat standar dalam Laboratorium Benih.
2.     Mengetahui nama, fungsi, dan prinsip kerja dari tiap-tiap alat.



II. TINJAUAN PUSTAKA


Laboratorium berasal dari kata latin laborare yang berarti bekerja. Kemudian kata itu berkembang pada tahun 1605, yangvartinya menjadi suatu tempat yang disiapkan untuk tujan percobaan dan pengkajian, atau pengembangan ilmu, atau untuk tujuan pengujian atau penyidikan (analisis). Secara luas, sekarang laboratorium adalah tempat bekerja melakukan percobaan, pengamatan, dan penelitian (Pramono Eko, 2011).

Teknologi benih merupakan suatu daya upaya manusia untuk mendapatkan sesuatu dan mengelola benih; mulai dari kegiatan memproduksi benih, menanganinya, kemudian ,mengelola benih itu sendiri. Kemudian benih tersebut disimpan, diuji mutunya atau kualitasnya, dan mendistribusikannya kepada orang-orang benih, seperti konsumen dan pedagang (S. Sadjad, 1972).

Secara umum, fungsi setiap alat telah diberikan, karea tidak mungkin semua fungsi diutarakan dalam melakukan kegiatan di laboratorium. Untuk memudahkan dalam memahami alat-alat laboratorium yang dapat digunakan dalam waktu  relative lama dan dalam keadaan baik, maka diperlukan pemeliharaan dan penyimpanan yang memadai (Wirjosoemarto, 2004).

Pengenalan alat-alat laboratorium sangat penting dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.  Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika tidak sesuai dengan prosedur pemakaian.  Untuk itu, kita harus mengetahui nama, fungsi, dan prinsip kerja alat-alat yang akan digunakan untuk melakukan percobaan dan guna memperlancar pemakaian pada praktikum-praktikum mendatang (Wikipedia Bahasa Indonesia 2011).




III. METODE PERCOBAAN


A. Tempat dan Waktu Praktikum
Tempat pelaksanaan praktikum ini adalah di laboratorium benih dan waktu pelaksanaannya pada tanggal 16 September 2011, pukul 08.00 -10.00 WIB.


B.    Alat dan Bahan

Alat- alat yang terdapat di laboratorium benih adalah Alat Pengecambah Benih (APB), Bak Pertumbuhan, Mesin Pengusang Cepat Benih (MPC),  Pengempa Kertas Perkecambahan, Oven, Pembersih Benih Tipe Blower, Pembagi Tepat Gamet, Pengambil Cuplikan Benih, Timbangan, Pengukur Kadar Air, Penghitung Benih, Meja Analisis, dan Desikator.


A.    Cara Kerja

Adapun cara kerja praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Alat tulis dan jas laboratorium disiapkan oleh masing-masing praktikan.
2.    Ruang laboratorium dimasuki dengan tertib.
3.    Penjelasan dari asisten dosen didengarkan dan ditulis.
4.    Alat-alat laboratorium didokumentasikan dengan menggunakan kamera








IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
No.    Gambar    Keterangan
1.         Germinator dilengkapi dengan :
1.    Sumber air.
2.    Sumber cahaya.
3.    Sumber udara.
4.    Sumber suhu.
5.    Rak untuk meletakkan benih.
6.    Pintu yang dapat dibuka dan ditutup.
Prinsip kerja alat ini yaitu air diletakkan dibawah ruangan, kemudian air itu dapat diam dan juga bersirkulasi. Cahaya dapat berupa lampu atau sinar matahari dan udara dapat bersirkulasi keluar masuk sesuai dengan kebutuhan.
2.         Kamar Pertumbuhan dilengkapi dengan :
1.    Rak penampung benih.
2.    Pengatur suhu kamar pertumbuhan.
Prinsip kerja alat ini yaitu bibit tanaman dapat ditampung didalam kamar ini, kemudian cahaya di dalam kamar ini dapat dipenuhi dengan lampu pendar dan suhu juga dapat diatur sesuai kebutuhan.



         Mesin Pengusang Cepat Benih dilengkapi dengan :
a.     Ruang kedap udara.
b.     Peniup udara panas untuk menuapkan etanol.
c.     Botol wadah etanol cair.
d.     Pipa penyalur uap etanol.
e.     Rak tempat meletakkan benih.
f.     Pengatur waktu.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan di dalam rak rak untuk didera dengan menggunakan uap etanol. Lama penderaan dapat diatur dengan menggunakan timer.
4.         Pengempa Kertas Merang dilengkapi dengan :
1. Dua lempeng papan yang disusun sejajar
2. Empat skrup yang mengaitkan lempeng itu.
Prinsip kerja alat ini yaitu kertas yang akan dikempa diletakkan di antara kedua lempeng itu, lalu baut diputar sehingga kertas terkempa dan kertas basah itu mengalir keluar.
5.         Oven dilengkapi dengan :
1. Pengendali suhu (termostat).
Prinsip kerja alat ini yaitu bahan yang akan dikeringkan dimasukkan kedalam oven, kemudian diatur suhunya. Bahan yang akan dikeringkan tidak boleh basah karena dapat merusak oven.
6.         Pembagi Tepat Gamet.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih dimasukkan kedalam alat ini, lalu tombol dihidupkan, dan mesin akan membagi benih menjadi sama rata.
7.         Pembersih Benih tipe Blower dilengkapi dengan :
1.    Tabung vertikal.
2.    Sekat penampung kotoran benih.
3.    Jendela yang ada pada tutup tabung.
4.    Timer blower.
5.    Blower.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih dimasukkan ke dalam tabung vertikal, lalu dihidupkan timer blowernya dan kotoran akan tertampung di sekat penampung kotoran benih.
8.         Pengambil Cuplikan Benih dilengkapi dengan :
1. Jendela yang berukuran sama.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diambil dengan alat ini, lalu alat ini diputar berlawanan arah dan benih tidak akan tercurah keluar.
9.         Timbangan.
Prinsip kerja alat ini yaitu benda diletkkan di atas timbangan, kemudian timbangan akan menghitung bobot benda tersebut.

10.         Pengukur Kadar Air.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan ke dalam alat, kemudian alat akan menghitung kadar air yang terkandung di dalam benih.
11.         Penghitung Benih.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan ke dalam alat, tekan tombol, dan alat akan menghitung benih dengan cepat dan otomatis.
12.         Meja Analisis dilengkapi dengan :
1.    Beralaskan kaca baur berwarna susu.
2.    Lampu dibawah meja berwarna susu.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan diatas kaca baur berwarna susu, lalu diterangi dengan cahaya matahari atau lampu, dan dipisahkan benih murni ke dalam laci meja ini.

13.         Desikator deilngkapi dengan :
1.    Rak porselen yang berlubang-lubang.
2.    Ruang untuk meletakkan silica gel.
Prinsip kerja alat ini yaitu bahan diletakkan ke dalam rak bagian atas, dan silica gel diletakkan di bagian bawah rak Bahan-bahan tersebut tidak akan bisa menyerap uap air dari lingkungan.


B. Pembahasan

Dari hasil yang diperoleh, maka dapat diketahui berbagai fungsi dari setiap alat yang ada di laboratorium. Fungsi dari alat- alat tersebut adalah sebagai berikut :

1.   Alat Pengecambah Benih (Germinator)
Germinator merupakan alat yang digunakan sebagai tempat pengecambahan dalam periode waktu tertentu, sama seperti APB. Germinator mempunyai keunggulan, yaitu memiliki sistem pengaturannya sehingga proses pengecambahan dapat lebih terkontrol.
Prinsip kerja alat ini yaitu air diletakkan dibawah ruangan, kemudian air itu dapat diam dan juga bersirkulasi. Cahaya dapat berupa lampu atau sinar matahari dan udara dapat bersirkulasi keluar masuk sesuai dengan kebutuhan.
2.   Mesin Pengusang Cepat
Mesin Pengusang cepat menggunakan metode pengusang cepat secara kimia. Bahan kimia yang dipakai adalah etanol. Di dalamnya terdapat 3 tabung, 2 tabung berisi etanol, sedangkan yang 1 berisi air. Benih harus dilembabkan selama ±12 jam sebelum dmasukkan ke dalam alat ini agar enzim yang terdapat dalam benih dapat beraktivitas.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan di dalam rak rak untuk didera dengan menggunakan uap etanol. Lama penderaan dapat diatur dengan menggunakan timer.
3.   Alat Kamar Pertumbuhan (Growth Chamber)
Kamar pertumbuhan merupakan kamar yang digunakan untuk menambuhkan baik benih maupun bibit tanaman. Kamar dalam alat ini cukup besar sehingga dapat menampung bibit tanaman dalam pot yang sedang dalam pertumbuhan.
Prinsip kerja alat ini yaitu bibit tanaman dapat ditampung didalam kamar ini, kemudian cahaya di dalam kamar ini dapat dipenuhi dengan lampu pendar dan suhu juga dapat diatur sesuai kebutuhan.
4.   Alat Pengempa Kertas Merang
Alat pengempa kertas ini digunakan untuk mengempa kertas merang yang telah direndam dalam air agar air yang banyak terhisap kertas sebagian mengalir keluar lagi dari kertas menjadi lembab saja.
Prinsip kerja alat ini yaitu kertas yang akan dikempa diletakkan di antara kedua lempeng itu, lalu baut diputar sehingga kertas terkempa dan kertas basah itu mengalir keluar.
5.   Oven
Oven digunakan pada sterilisasi udara kering (udara panas) dengan membebaskan alat- alat dari segala macam kehidupan (mikroba) tanpa kelembaban.
Fungsi dari oven adalah :
a. Mensterilkan alat dan bahan yang akan digunakan.
b. Untuk mengukur bobot kering kecambah normal.
c. Untuk menetapkan kadar air benih secara langsung.
Prinsip kerja alat ini yaitu bahan yang akan dikeringkan dimasukkan kedalam oven, kemudian diatur suhunya. Bahan yang akan dikeringkan tidak boleh basah karena dapat merusak oven.
6.   Alat Pembagi Tepat
Alat ini berfungsi untuk mencampur dan membagi tepat contoh kiriman benih menjadi dua bagian yang sama rata.Alat ini digunakan untuk pengambilan contoh kerja dengan cara pembagian bertahap contoh kiriman hingga didapat berat contoh kerja yang telah ditentukan untuk pengujian.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih dimasukkan kedalam alat ini, lalu tombol dihidupkan, dan mesin akan membagi benih menjadi sama rata.
7.   Pembersih Benih tipe Blower (Seed Blower)
Alat ini digunakan untuk membersihkan dan memilah kotoran benih hampa/benih yang berukuran ringan dengan benih yang lainnya, seperti sisa daun, jerami, dan sekam.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih dimasukkan ke dalam tabung vertikal, lalu dihidupkan timer blowernya dan kotoran akan tertampung di sekat penampung kotoran benih.
8.   Alat Penerok (Stick Sampler)
Berfungsi untuk mengambil sampel benih di tempat penyimpanan benih.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diambil dengan alat ini, lalu alat ini diputar berlawanan arah dan benih tidak akan tercurah keluar.
9.   Timbangan
Berfungsi untuk menimbang sampel/benih yang akan diuji. Timbangan dibagi menjadi dua yaitu timbangan kasar dan timbangan halus.
Prinsip kerja alat ini yaitu benda diletkkan di atas timbangan, kemudian       timbangan akan menghitung bobot benda tersebut.
10. Pengatur Kadar air (Moisture Tester)
Alat ini digunakan untuk mnghitung kadar air yang ada pada benih. Terdapat 3 macam alat pengukur kadar air demikian, yaitu tipe Steinlite, tipe Dolly, dan tipe tongkat.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan ke dalam alat, kemudian alat akan menghitung kadar air yang terkandung di dalam benih.
11. Penghitung Benih (Seed Counter)
Seed counter merupakan alat untuk menghitung jumlah benih. Alat ini terdiri dari dua bagian, yaitu alat penggetar dan alat penghitung.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan ke dalam alat, tekan tombol, dan alat akan menghitung benih dengan cepat dan otomatis.

12. Meja Anilisis Kemurnian
Alat ini berfungsi untuk membantu memilah benih pada proses analisis kemurnian. Sehingga kita dapat dengan mudah mnegetahui kemurnian fisik dan genetiknya.
Prinsip kerja alat ini yaitu benih diletakkan diatas kaca baur berwarna susu, lalu diterangi dengan cahaya matahari atau lampu, dan dipisahkan benih murni ke dalam laci meja ini.
13. Desikator
Desikator digunakan untuk menurunkan suhu/meninggikan suhu benih. Alat ini juga dapat digunakan untuk meletakkan bahan-bahan yang sudah dikeringkan.
Prinsip kerja alat ini yaitu bahan diletakkan ke dalam rak bagian atas, dan silica gel diletakkan di bagian bawah rak Bahan-bahan tersebut tidak akan bisa menyerap uap air dari lingkungan.





















V. KESIMPULAN


Adapun kesimpulan yang didapat dari pelaksanaan praktikum ini adalah :
1.    Para praktikan perlu mengenal alat-alat laboratorium agar dapat mempergunakannya.
2.    Terdapat beberapa alat yang memiliki kesamaan fungsi, tapi memiliki perbedaan dalam hal fisiologinya.
3.    Setiap alat memilki bentuk, bagian-bagian, fungsi kerja, serta memiliki kelebihan tersendiri dalam kegunaannya.
4.    Mengetahui nama, fungsi, dan cara kerja alat-alat tersebut dapat mengurangi kesalahan dalam melakukan praktikum.




















DAFTAR PUSTAKA


Anonym, 2011 . http://wikipediabahasaindonesia/.htm .diakses pada tanggal 21 September 2011, 19.45, Bandar Lampung.


Sadjad, S. 1993. Dari Benih kepada Benih. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Pramono, Eko. 2011. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. Lampung : Universitas Lampung.


Wirjosoemarto. 2004. Pengenalan Alat-Alat Laboratorium. Jakarta : Rineka Cipta.

tolong kasih komentar dan jangan lupa join site ini yaaa :D KAMSAHAMNIDA :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD

Template by:

Free Blog Templates