Senin, 03 Desember 2012

APLIKASI PUPUK N, K, KOTORAN AYAM, DAN KAPUR




APLIKASI PUPUK N, K, KOTORAN AYAM, DAN KAPUR
(Laporan Praktikum Kesuburan Tanah dan Pemupukan)





Oleh
Tety Maryenti
1014121179















PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2012



I.    PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang

Kemampuan tanah untuk dapat menyediakan unsur hara dalam jumlah berimbang guna memenuhi kebutuhan tanaman dalam pertumbuhan dan produksi tanaman merupakan pengertian dari kesuburan tanah. Tanaman pada umumnya mempunyai batas-batas toleransi terhadap masalah-masalah kesuburan tanah secara spesifik. Maka atas dasar sifat-sifat ini, sebenarnya dapat disusun pula pertanaman yang sesuai. Dengan demikian satu satuan korbanan (input) pertanian dalam bentuk usaha-usaha pengelolaan kesuburan tanah dapat ditekan.

Pengolahan tanah yang baik dan teratur dapat meningkatkan kesuburan fisik tanah tersebut. Pemupukan yang sesuai dengan unsure hara tanah dapat meningkatkan kesuburan kimiawi tanah sehingga sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan bisa dilakukan dengan pemberian pupuk buatan dan pupuk alam atau pupuk organis. Pupuk organic l;ebih besar manfaatnya daripada jenis opupuk buatan oleh karena dapat meningkatkan kesuburan kimiawi, juga dapat meningkatkan kesuburan fisik dan biologis tanah

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.
Padi yang digunakan dalam praktikum kesuburan tanah dan pemupukan adalah jenis padi yang bernama Sertani 1. Satu hektar tanaman padi ini mampu memproduksi gabah hingga 14 ton. Benih ini tidak memiliki perawatan khusus bahkan tidak membutuhkan suplai air yang memadai karena benih ini mampu menyerap oksigen dengan sendirinya. Justru dengan pasokan air yang lebih banyak, produksi menjadi tidak maksimal. Benih ini juga mampu hidup di berbagai kondisi tanah apa pun seperti perladangan, gogo rancah, sawah, dan salinitas atau lahan yang kurang bagus untuk produksi.
Dari segi pemupukan, benih Sertani 1 ini hanya membutuhkan paling banyak lima kwintal per hektar dan tahan terhadap hama apa pun seperti hama tikus. Bila batang tanaman padi ini digigit tikus, maka batangnya mampu menutup luka akibat gigitan hama hanya dalam waktu 24 jam dan tetap bisa tumbuh dengan baik. Benih Sertani 1 memiliki antibodi sendiri sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit.


1.2. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum yang telah dilakukan yaitu
1.    Untuk mengetahui gejala kekurangan unsur hara P pada tanaman yang diteliti.
2.    Untuk membandingkan hasil tanaman yang diteliti dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang sama.
3.    Untuk mengetahui penyebab tanaman tidak tumbuh subur.






















II.TINJAUAN PUSTAKA


Terdapat dua bentuk fosfor di dalam tanah, sehingga kita dapat membedakannya. Fosfor di dalam tanah dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu P-organik dan P-anorganik. Kandungannya sangat bervariasi tergantung pada jenis tanah, tetapi pada umumnya rendah. Fospor merupakan unsur hara esensial makro yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Tanaman memperoleh unsur P seluruhnya berasal dari tanah atau dari pemupukan serta hasil dekomposisi dan mineralisasi bahan organik. Jumlah P total dalam tanah cukup banyak, namun yang tersedia bagi tanaman jumlahnya rendah hanya 0,01 – 0,2 mg/kg tanah (Handayanto dan Hairiyah,2007).
Fospor yang diserap tanaman tidak direduksi, melainkan berada di dalam senyawa organik dan organik dalam bentuk teroksidasi. Fospor organik banyak terdapat di dalam cairan sel sebagai komponen sistim penyangga tanaman. Dalam bentuk anorganik, P terdapat sebagai fosfolipid yang merupakan komponen membran sitoplasma dan kloroplas. Fitin merupakan simpanan fospat dalam biji, gula fospat merupakan senyawa antara dalam berbagai proses metabolisme tanaman. Nukleoprotein merupakan komponen utama DNA dan RNA inti sel. ATP, ADP dan AMP merupakan senyawa berenergi tinggi untuk metabolisme.
Peranan P pada tanaman penting untuk pertumbuhan sel, pembentukan akar halus dan rambut akar, memperkuat tegakan batang agar tanaman tidak mudah rebah,pembentukan bunga , buah dan biji serta memperkuat daya tahan terhadap penyakit. Tanaman jagung menghisap unsur P dalam bentuk ion sebanyak 17 kg/ha untuk menghasilkan berat basah tanaman 4200 kg/ha (Premono,2002).

Kekurangan P pada tanaman akan mengakibatkan berbagai hambatan metabolisme, diantaranya dalam proses sintesis protein, yang menyebabkan terjadinya akumulasi karbohidrat dan ikatan-ikatan nitrogen. Kekurangan P tanaman dapat diamati secaa visual, yaitu daun-daun yang lebih tua akan berwarna kekuningan atau kemerahan karena terbentuknya pigmen antisianin. Pigmen ini terbentuk karena akumulasi gula di dalam daun sebagai akibat terhambatnya sintesa protein. Gejala lain adalah nekrotis atau kematian jaringan pada pinggir atau helai daun diikuti melemahnya batang dan akar terhambat pertumbuhannya.
Kekurangan p dalam tanah menyebabkan :
• Tanaman kerdil
• Daun-daun kecil
• Daun berwarna hijau tua
• Daun tua menunjukkan gejala klorosis dan gugur sebelum waktunya
• Pembentukan bunga dan buah terhambat dan biji kecil
• Pembentukan akar kurang baik dan bintik akar sering tidak terbentuk (Wahyu, 2009)

Ketersediaan fosfor dalam tanah ditentukan oleh banyak factor tetapi yang paling penting adalah pH tanah. Pada tanah yang ber pH rendah (masam), fosfor akan bereaksi dengan ion besi (Fe) dan aluminium (Al). reaksi ini akan membentuk besi fosfat atau aluminium fosfat yang sukar larut di dalam air sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman. Pada pH tanah yang tinggi (basa), fosfor akan bereaksi dengan ion kalsium. Reaksi ini akan membentuk kalium fosfat yang sifatnya sukar larut dan tidak dapat digunakan oleh tanaman. Dengan demikian tanpa memperhatikan pH tanah, pemupukan fosfor tidak akan berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman (Novizan, 2002).














III. METODOLOGI PERCOBAAN


3.1. Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah polibag, cangkul, penggaris.. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu tanah subsoil yang berada pada ukuran 20-10 cm, kemudian benih padi sertani yang telah direndam dengan menggunakan air hangat dengan tujuan agar tidak ada cendawan yang tumbuh disekitar benih, pupuk N,K dan kotoran ayam serta kapur.


3.2. Cara kerja

Dicangkul tanah subsoil kemudian sebanyak 10 kg dimasukkan ke dalam polibag.


Dilakukan aplikasi pemupukan kedalam polibag sesuai dengan perintah yaitu aplikasi pupuk N, K, Kotam dan Kapur sebanyak yang telah ditimbang.

Diaduk secara merata ke dalam polibag.


Ditanam benih sertani


Disiram untuk memacu pertumbuhan setiap harinya



Diambil gambar ketika benih sudah mengalami pertumbuhan.


Dilihat perkembangan tanaman


Dicatat kejadian penting pada tanaman seperti kekurangan unusr hara, hama, dan gulma yang menyerang.


Diukur tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan padi.



Dicatat di dalam buku untuk pemberian laporan per minggu kepada asisten dosen.


   
Tanaman dicabut dari polibag setlah tumbuh maksimal


Pencabutan sampai ke akar dan kemudian akar dicuci hingga bersih


Ditimbang berat basah menggunakan timbangan

   
Ditimbang berat keringnya dengan 3 kali pengulangan





IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Pengamatan
Tabel berikut merupakan table pertumbuhan tanaman padi gogo dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan juga jumlah anakan, serta gejala yang timbul saat penanaman pada kelompok saya yaitu kelompok 1.

No    Minggu ke-    Tinggi Tanaman 1    Tinggi Tanaman 2    Tinggi rata-rata tanaman 1&2
1    1    0    0    0
2    2    5.6    4.3    4.95
3    3    15.3    13.5    14.4
4    5    23    20    21.5
5    6    34    32    33
6    7    37    35    36
7    8    47    41    44
8    9    54    45.5    49.75
9    10    53    48    50.5
10    11    48.5    33    40.75


No    Minggu ke-    Jumlah Daun T1    Jumlah Daun T2
1    1    0    0
2    2    0    0
3    3    2    2
4    4    2    2
5    5    3    2
6    6    5    6
7    7    5    6
8    8    7    7
9    9    7    6
10    10    6    5

No    Minggu ke-    Jumlah AnakanTanaman 1    Jumlah AnakanTanaman 2
1    1    0    0
2    2    0    0
3    3    0    0
4    4    0    0
5    5    0    0
6    6    0    0
7    7    0    0
8    8    2    2
9    9    2    2
10    10    2    2

No    Minggu ke-    Gejala Tanaman 1    Gejala Tanaman 2
1    1    Tidak ada gejala    Tidak ada gejala
2    2    Tidak ada gejala yang namapak pada tanaman    Tidak ada gejala yang namapak pada tanaman
3    3    Pada daun pinggirannya bewarna coklat    Pada daun pinggirannya bewarna coklat
4    4    Pertumbuhan tanaman lambat karena kekurangan fosfor    Pertumbuhan tanaman lambat karena kekurangan fosfor
5    5    Daun kecil, batang kecil    Daun kecil, batang kecil
6    6    Daun kecil, batang kecil, akar lemah karena posisinya tidak tegak    Daun kecil, batang kecil, akar lemah karena posisinya tidak tegak
7    7    Terdapat gulma yang tumbuh pada tanaman berjumlah 1 gulma    Daun kecil, batang kecil, akar lemah karena posisinya tidak tegak
8    8    Tanaman mulai bertambah tinggi, akan tetapi gejala kekurangan fosfor masih ada karena batang tidak kokoh, dan daun hijau kekuningan    Tanaman mulai bertambah tinggi, akan tetapi gejala kekurangan fosfor masih ada karena batang tidak kokoh, dan daun hijau kekuningan
9    9    Tanaman mengalami layu dan patah karena kekurangan air, dan unsur hara    Tanaman mengalami layu dan patah karena kekurangan air, dan unsur hara
10    10    Tanaman kembali membaik, tetapi tetap batangnya kecil, dan akar lemah    Tanaman kembali membaik, tetapi tetap batangnya kecil, dan akar lemah

Tabel berat berangkasan padi gogo kelompok 1

No    Rata-rata berat basah    Rata-rata berat kering
1    10.1 gram    5.46 gram

Tabel kelompok 3

No     Minggu ke-    Tinggi tanaman     jumlah daun    anakan
1    02, senin 19-3-12     9,46 cm    2 helai     -
2    03, senin 26-3-12     18,5 cm    3 helai    -
3    04, senin 02-4-12     28,25 cm    5 helai    -
4    05, senin 09-4-12     39 cm    -    3 buah
5    06, senin 16-4-12     42,5 cm    -    3 buah
6    07, senin 23-4-12     57,25 cm    -    5 buah
7    08, senin 30-4-12     60,5 cm    -    5 buah
8    09, senin 07-5-12    62 cm    -    4 buah
9    10, senin 14-5-12    63 cm    -    4 buah
Tabel berat berangkasan padi gogo kelompok 3
No      Berat basah     Berat kering
1    29,6 gram     14,7 gram
2    -    9,9 gram ( konstan)
Minggu ke-    Tinggi (cm)    Jumlah Daun    Gejala Tanaman    Kondisi Tanaman
    T 1    T 2    T 1    T 2    T 1    T 2    T 1    T 2
1.    13     13    2    2    Tumbuh dengan baik    Tumbuh dengan baik    Daun berwarna hijau    Daun berwarna hijau
2    21    22    3    4    Tumbuh dengan baik    Tumbuh dengan baik    Tidak ada hama yang menyerang    Tidak ada hama yang menyerang
3    32    27    4    4    Tumbuh dengan baik    Tumbuh dengan baik    Tidak ada hama yang menyerang    Tidak ada hama yang menyerang
4    40    37    5    5    Tumbuh dengan baik    Tumbuh dengan baik    Sudah tumbuh 3 anakan    Sudah tumbuh 3 anakan
5    41    51    7    6    Terserang hama ulat    Tidak ada hama yang menyerang    Daun berlubang dan patah    Pinggiran daun berwarna kemerahan
6    58    61    7    8    Terserang hama ulat    Tidak ada hama yang menyerang    Daun berlubang  dan lahan bebas dari gulma    Pinggiran daun berwarna orange dan lahan bebas dari gulma
7    58    62    7    8    Batang tanaman kecil dan kurus    Daun berwarna kuning dan layu    Tanaman tampak layu dan pertumbuhan terhambat    Tanaman tampak layu dan pertumbuhan terhambat
8    59    63    7    8    Daun berwarna kuning dan mengering    Daun mengering    Pertumbuhan terhambat    Pertumbuhan terhambat
9    62    62    7    8    Daun anakan terpotong dan mengering    Daun mengering    Terserang hama ulat,kekurangan air dan ada semut merah    Kekurangan airdan ada semut merah
Rata-rata    43    44    5    6               

Menghitung Berat Brangkasan Padi Gogo Kelompok 2

Berat Basah (gr)    Berat Kering (gr)
    Ulangan I    Ulangan II    Ulangan III    Ulangan IV
 I = 19,8
II = 22,24    16,5    13,7    9,6
    5,7




4.2 Grafik berat basah dan berat kering tanaman padi gogo kelompok 1, 2, dan 3 dengan perlakuan N,K, Kotam dan Kapur




4.3. Pembahasan

Padi yang digunakan dalam praktikum kesuburan tanah dan pemupukan adalah jenis padi yang bernama Sertani 1. Satu hektar tanaman padi ini mampu memproduksi gabah hingga 14 ton. Benih ini tidak memiliki perawatan khusus bahkan tidak membutuhkan suplai air yang memadai karena benih ini mampu menyerap oksigen dengan sendirinya. Justru dengan pasokan air yang lebih banyak, produksi menjadi tidak maksimal. Benih ini juga mampu hidup di berbagai kondisi tanah apa pun seperti perladangan, gogo rancah, sawah, dan salinitas atau lahan yang kurang bagus untuk produksi.

Dari segi pemupukan, benih Sertani 1 ini hanya membutuhkan paling banyak lima kwintal per hektar dan tahan terhadap hama apa pun seperti hama tikus. Bila batang tanaman padi ini digigit tikus, maka batangnya mampu menutup luka akibat gigitan hama hanya dalam waktu 24 jam dan tetap bisa tumbuh dengan baik. Benih Sertani 1 memiliki antibodi sendiri sehingga lebih tahan terhadap serangan penyakit.
Hal tersebut merupakan keunggulan dari benih padi sertani, akan tetapi pada percobaan kali ini, akan menguji benih padi ini dengan beberapa macam perlakuan untuk melihat hal apa yang akan terjadi pada padi dan gejala apa yang akan muncul bila unsur hara nya tidak terpenuhi. Untuk mendukung praktikum tersebut, maka dipilih tanah subsoil yang berada pada kedalaman 20-40 cm untuk melihat gejala yang terjadi bila diberikan perlakuan yang berbeda-beda.

Pada kelompok saya, yaitu kelompok 1, saya mendapatkan perlakuan aplikasi pupuk N,K, kotoran ayam dan kapur. Hal yang dilakukan pertama kali ketika itu mencampurkan pupuk tersebut menjadi satu dan diaduk kedalam tanah subsoil. Benih kemudian ditanam selama 5 buah, kemudian dari 5 buah itu tumbuh 4 buah tanaman.

                         

                         
Gambar diatas merupakan gambar tanaman padi yang awalnya tumbuh dengan subur, kemudian setelah dilakukan pengamatan, terdapat gejala kekuranga unsur hara P.

Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur N,P, dan K:

    Nitrogen ( N )
-Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
-Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
-Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
-Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun
    Phospat ( P )
-Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
-Merangsang pembungaan dan pembuahan
-Merangsang pertumbuhan akar
-Merangsang pembentukan biji
-Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
    Kalium ( K )
-Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral      termasuk air.
-Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit

Dalam praktikum, saya akan membahas tentang unsur P lebih detail, karena pada pengaplikasian tanaman padi gogo, saya tidak memberikan pupuk P pada tanaman saya.
    Fosfor
Selain unsur N bahkan organik juga membantu menyediakan unsur fosfor atau P. Unsur P merupakan zat yang penting tetapi selalu berada dalam keadaan kurang di dalam tanah. Karena unsure P mudah tidak tersediat apabila tanah dalam keadaan masam dan juga basa. Ph yang baik untuk unsur P adalah pH yang netral. Kandungan fosfor pada tanaman membantu dalam pertumbuhan bunga, buah dan biji serta mempercepat pematangan buah. Jika tanaman kekurangan unsur ini dapat menyebabkan daun dan batang kecil, daun berwarna hijau tua keabu-abuan, mengilap dan terlihat pigmen merah pada daun bagian bawah dan selanjutnya mati. Selain itu pembentukan bunga terhambat dan produksi buah atau bijinya kecil.

Gejala kekurangan Fosfor :
1.    Daun berubah berwarna tua atau tampak mengkilap kemerahan
2.    Tepi Daun berwarna coklat seperti hangus dan juga daun berwarna kuning, buah kecil, pematangan buah lambat
3.    Perkembangan bentuk dan warna buah jelek, biji berkembang tidak normal, akar lambat berkembang
4.    Batang dan daun sulit berkembang sehingga terlihat kecil.

Dibawah ini merupakan gambar salah satu tanaman hasil praktikum yang menunjukkan gejala kekurangan unsur hara P.


Akar pada tanaman lemah karena kekurangan fosfor, fosfor merupakn komponen penyusun enzim dan ATP yang berguna untuk transfer eneregi. Apabila tanaman kekurangan fosfor, fosfor tidak dapat ditranslokasikan ke akar, batang, dan daun sehingga akar pada tanaman ini lemah, tepi daun berwarba coklat hangus, daun berwarna kuning, batang berukuran kecil dan pertumbuhan kerdil atau terhambat.

Hasil perhitungan rata-rata pada minggu ke 6 pada tanaman padi saya adalah 36 cm dan padi belum memiliki anakan.

Sedangkan pada kelompok 2 yaitu pada Rendina Dea, tinggi mencapai 46 cm, dan memiliki anakan sebanyak 2 anakan pada tanaman yang tertinggi.


Sedangkan pada kelompok 3, Taufik, tinggi tanaman mencapai 53 cm dengan 2 anakan pada tumbuhan utama.



Gulma

Gulma yang tedapat pada tanaman padi saya hádala gulma Eleusine indica L 
Setiap tumbuhan berkecenderungaan untuk memperluas daerah distribusinya melalui pemencaran alat perkembangbiakannya masing-masing. Bentuk pemencaran pada gulma Eleusine indica L pada umumnya disebabkan oleh angin. Bentuk penyebaran alat perkembangbiakan dengan perantaraan angin disebut anemokori.

Menurut Sudarno, 1996 bahwa ciri-ciri tumbuhan yang memencarkan alat perkembangbiakannya secara anemokori antara lain:
1.    Bijinya kecil dan ringan
2.    Bijinya mempunyai bulu-bulu atau rambut-rambut
3.    Bijinya mempunyai sayap dan
4.    Buahnya bersayap.

Namun, secara tidak langsung dispersal gulma tersebut dapat pula terjadi melalui perantara manusia atau antropokori yang terjadi secara tidak disengaja maupun disengaja. Karena mempunyai biji pulutan dan dapat menempel pada pakaian, ataupun saat tertiup oleh angin tanpa sengaja masuk ke dalam saku dan beberapa tindakan tanpaa sadar lainnya.
Secara zookori pun gulma tersebut dapat terdispersal. Gulma Eleusine indica L. yang digunakan sebagai sarang burung adalah pada malai bijinya (ornitokori). Dan dapat juga menempel pada hewan-hewan herbivora seperti sapi, kerbau dan lainnya (mamokori) yang menyebabkan gulma tersebut terdispersal ke tempat lain



Beberapa minggu setelah itu bentuk tanaman saya patah dan daun nampak pucat, setelah saya mencari tahu tentang hal itu, ternyata tanaman saya kekurangan air karena penyiraman yang tidak terlalu instensif, hal ini juga di dukung dengan kondisi tanah yang tidak selalu digemburkan sehingga unsure hara yang berada ditanah tidak dapat diserap baik oleh tanaman. Faktor-faktor tersebut menyebabkan tanaman merana sehingga warna daun berubah menjadi layu, dan batang pada tanaman tidak kokoh dan terlihat patah. Setelah beberapa hari dilakukan perawatan yang intensif, tanaman mulai kembali baik, warna daun mulai hijau dan batang kokoh kembali, seperti pada gambar berikut ini.

Satu minggu kemudian, tanaman kemudian dicabut untuk dihitung berat berangkasannya.dicuci bersih dengan menggunakan air, lalu dihitung berat basah tanaman dengan timbangan yang telah di kaliberasi. Setelah itu diletakkan didalam kertas dan dilakukan pengovenan selama 3 kali pengulangan dengan setiap ulangan diukur berat keringnya. Penghitungan akhir berat berangkasan padi kering yaitu 3.7 gram (kostan)

Keadaan tanaman padi gogo dilapangan menunjukan pertumbuhan dan perkembangan yang kurang baik dibandingkan pada tanaman taufik maupun rendina dilihat dari tinggi, jumlah daun, maupun anakan. Tanaman padi mereka lebih tinggi dan lebih banyak jumlah anakan. Untuk gejala yang muncul pada kekurangan unsur P sangat terlihat di tanaman saya dibandingkan pada tanaman kelompok 2 dan 3. Ukuran jaringan tanaman yang cenderung lebih kecil bila dibandingkan dengan tanaman yang mendapat perlakuan unsur hara esensial lengkap, batang, akar juga lebih lemah dibandingkan tanaman lain. Sedangkan dengan kelompok 2 dan 3 tanaman lebih sangat terliahta kekurangan unsur haranya.

Perbedaan yang terjadi ini mungkin dikarenakan tanah yang kami gunakan, walaupun tanah kami sama-sama tanah subsoil, tetapi tanah yang saya dapatkan lebih berwarna merah dibandingkan tanah mereka dan bertekstur liat yang lengket, sedangkan tanah mereka lebih mudah pecah atau berstruktur remah. Hal ini menjadikan tanaman saya sangat terlihat sekali gejala kekurangan P nya,karena tanah saya berwarna merah dan mungkin bersifat masam maka unsur P di tanah terikat, sehingga menjadi tidak tersedia. Ditambah lagi dengan tidak menggunakan aplikasi pupuk P pada tanaman sehingga tidak terdapat sumber P tersedia pada tanaman padi saya, sehingga gejala defisiensi unsur P sangat jelas terlihat, melalui pertumbuhan yang kerdil dan terhambat, tepi daun yang berwarna coklat agnus, menguning, dan juga akar yang lemah. Faktor lainnya juga mungkin dikarenakan tanaman kekurangan air, sehingga mengalami layu.









V.  KESIMPULAN


Adapun kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian adalah
1.    Gejala tanaman karena defisiensi fosfor sangat merugikan karena menghambat pertumbuhan akar, batang, dan daun.
2.    Tanaman yang kekurangan fosfor tidak dapat mentranslokasikan energi dan enzim ke berbagai titik tumbuh yang menyebabkan batang, akar, dan daun terhambat pertumbuhannya.
3.    Tinggi tanaman dan jumlah anakan berbeda dengan 2 kelompok lainnya, hal ini disebabkan karena tekstur dan struktur tanah sangat buruk sehingga gejala pada tanaman sangat terlihat.
4.    Gulma Eleusine indica L dapat menyebar melalui perantara angina, manusia, dan juga melalui perantara hewan



















DAFTAR PUSTAKA


Adhi Surya Perdana. 2012. Budidaya Padi Gogo. Diakses pada tanggal 13 Junil 2012. Pukul 20.55 WIB.

Askari, Wahyu. 2012. Sertani Hibernasi. Diakses pada tanggal 13 Juni 2012. Pukul 20.45 WIB.

Askari, Wahyu. 2012. Unsur Hara pada Tanaman. Diakses pada tanggal 13 Juni 2012. Pukul 20.48 WIB.

Handayanto dan Hairiyah. 2007. Dasar Dasar Ilmu Tanah . Jakarta : Akademika

Novizan. 2002. Kesuburan Dan Pemupukan Tanah Pertanian . Bandung : Penerbit Pustaka Buana.

Premono. 2002 . Telaah Kesuburan Tanah . Bandung : Penerbit Angkasa.
Pressindo.










0 komentar:

Poskan Komentar

Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD

Template by:

Free Blog Templates