Minggu, 28 Oktober 2012

PENGENALAN GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN




PENGENALAN GEJALA PENYAKIT TUMBUHAN
 (Laporan Praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan Umum)






Oleh
Tety Maryenti
1014121179











   





LABORATORIUM HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011



LEMBAR PENGESAHAN




Judul Praktikum    : Pengenalan Gejala Penyakit Tumbuhan
Tanggal Praktikum    : 06 Oktober 2011
Tempat Praktikum    : Laboratorium Hama dan Penyakit
Nama            : Tety Maryenti
NPM            : 1014121179
Program Studi        : Agroekoteknologi
Fakultas        : Pertanian




Bandar Lampung, 10 Oktober 2011
                                                                                                 Mengetahui


       Asisten II                                                                                       Asisten I



Rara Ayu Sekarsari                                                                           Edi Sarwono
     0814013055                                                                                  0854013012



I. PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang

Simtomatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala (symptom) penyakit pada tumbuhan. Pada umumnya tumbuhan yang sakit akan menunjukkan gejala yang khas dan dengan mudah gejala tersebut dapat dilihat dengan mata tanpa alat bantu. Yang dimaksud gejala penyakit yaitu suatu bentuk perubahan yang ditunjukkan oleh tanaman sebagai suatu reaksi terhadap patogen.Tanaman dikatakan sehat apabila tampilan atau penampakan dari tanaman tersebut normal dan dapat menjalankan fungsi fisiologisnya dengan lancar sesuai dengan potensi genetisnya.

Apabila kemampuan sel-sel tumbuhan untuk melakukan fungsi-fungsi fisiologisnya diganggu oleh patogen atau faktor lingkungan tertentu, maka salah satu atau beberapa dari fungsi fisiologisnya tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya sehingga terjadi penyimpangan dari keadaan normal yaitu terjadi penyimpangan proses fisiologi tanaman dan dapat dikatakan tanaman tersebut berpenyakit karena tampilan atau penampakannya abnormal.

Gejala penyakit berhubungan erat dengan tanda penyakit. Tanda penyakit adalah semua struktur pathogen yang terdapat pada permukaan tanaman yang dapat dilihat secara makroskopis dan struktur tersebut berasosiasi dengan tanaman yang sakit. Untuk mendiagnosis penyakit secara cepat dan tepat, tidak hanya melihat dari gejala penyakit, tetapi juga melihat dari tanda penyakitnya. Sehingga dapat dengan mudah menanggulanginya.


B. Tujuan Percobaan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1.    Untuk mengetahui gejala penyakit tumbuhan
2.    Untuk membedakan gejala yang disebabkan oleh serangan hama tumbuhan dan gejala penyakit tumbuhan






























III. METODOLOGI PERCOBAAN


A.    Alat danBahan

Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pensil, penghapus, kertas untuk menggambar dan mencatat tanaman yang berpenyakit. Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah beberapa daun tanaman sakit, padi, tanaman cabai, tanaman pisang, buah kakao, tanaman alpukat, tanaman tembakau.


B.    Cara Kerja

Adapun cara kerja dalam melaksanakan praktikum ini adalah :
1.    Gejala yang ditunjukkan oleh tanaman sakit, diamati dengan seksama.
2.    Gejala tersebut didokumentasikan dalam bentuk gambaran tulis tangan.
3.    Nama penyakit beserta pathogen dari masing-masing tanaman sakit dicatat.



















IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN


A.    Hasil Pengamatan

No    Gambar    Keterangan
1        Penyakit Bercak Daun Cercospora Alpukat.
Tanaman Inang : Alpukat
Pathogen : Cercospora purpurea
Gejala : Bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah.. Bagian bercak menjadi coklat tua dikelilingi halo berwarna jingga kekuningan. Penyakit ini dapat menghambat pertumbuhan bibit tetapi tidak mematikan bibit. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain

2        Penyakit Antraknosa Alpukat.
Tanaman Inang : Alpukat
Pathogen : Colletotrichum goeosporioides
Gejala : Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga,buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.

3        Penyakit Busuk Buah Kakao.
Tanaman Inang : Kakao
Pathogen : Phytophtora Palmivora
Gejala : Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah Warna buah kemudian berubah, yang dengan cepat menyebar keseluruh buah. Akhirnya buah menjadi hitam.

4        Penyakit Bercak Daun Cordana Pisang.
Tanaman Inang :Pisang
Pathogen : Cordana musae
Gejala : Awal mula, pada daun timbul bercak-bercak berbentuk telur, kadang-kadang berlian, kemudian membesar dan berwarna coklat pucat dengan bagian tepi yang berwarna coklat kemerahan dan dikelilingi halo yang berwarna kuning cerah.

5        Penyakit Layu Bakteri Pisang.
Tanaman Inang : Pisang
Pathogen : Ralstania solanacearum
Gejala : Setelah timbulnya tandan, gejala mulai muncul. Permulaan daun muda mengalami perubahan warna dan pada ibu tulang daun terlihat garis coklat kekuningan kearah tepi daun hingga buah menjelang masak. Daun lalu menguning/coklat, dan layu. Gejala spesifik adalah terdapatnya lendir bakteri yang berbau, berwarna putih abu-abu sampai coklat kemerahan keluar dari potongan buah atau bonggol, tangkai buah, tangkai tandan dan batang.

6        Penyakit Kerdil Pisang.
Tanaman Inang : Pisang
Pathogen : Virus Bunchytop
Gejala : Gejala awal ditandai oleh adanya gejala hijau gelap bergaris pada tangkai dan tulang daun menyerupai sandi morse. Pada lembaran daun di dekat ibu tulang daun terdapat bercak/garis bengkok hijau gelap. Ketika tanaman  semakin tua, pertumbuhan daun menjadi terhambat, berukuran kecil, kaku dan mengarah ke atas, tanaman menjadi kerdil. Gejala lainnyaa adalah daun muda tampak lebih tegak, pendek, lebih sempit dan tangkainya lebih pendek dari yang normal, daun menguning sepanjang tepi lalu mengering, daun menjadi rapuh dan mudah patah, tanaman terlambat pertumbuhannya dan daun-daun membentuk roset pada ujung batang palsunya


7        Penyakit Keriting Cabai.
Tanaman Inang : Cabai
Pathogen : Virus Keriting
Gejala : Virus ini menyebabkan menguningnya tulang - tulang daun dan tepi tepi daun membelok keatas atau kebawah . Sebagian atau seluruh daun menguning , di awali dari daun bagian atas . Daun mengriting dan tanaman kerdil . Bunga dan buah rontok . Buah yang tidak rontok bentuknya menyimpang. terjadinya penciutan pada bagian cabai dan juga dapat menyebabkan mati dibagian ujung.
Tanaman inangnya terdapat dibagian buah cabai.


8        Penyakit Kerupuk Keriting Tembakau
Tanaman Inang : Tembakau
Pathogen : Virus Kerupuk
Gejala : Didalam tulang daun jumlah floem bertambah, perisikel membesar, dan ada pembentukan sel-sel xylem baru. Serangannya adalah daun terlihat agak berkerut, tepi daun melengkung ke atas, tulang daun bengkok, daun menebal, atau sampai daun berkerut dan sangat kasar. Tanaman inangnya dibagian daun tembakau.


B. Pembahasan

Simtomatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala (symptom) penyakit pada tumbuhan. Pada umumnya tumbuhan yang sakit akan menunjukkan gejala yang khas dan dengan mudah gejala tersebut dapat dilihat dengan mata tanpa alat bantu. Yang dimaksud gejala penyakit yaitu suatu bentuk perubahan yang ditunjukkan oleh tanaman sebagai suatu reaksi terhadap patogen.

Tanaman dikatakan sehat apabila tampilan atau penampakan dari tanaman tersebut normal dan dapat menjalankan fungsi fisiologisnya dengan lancar sesuai dengan potensi genetisnya. Fungsi-fungsi fisiologis yang dimaksud di atas adalah:
    Pembelahan sel/diferensiasi sel/perkembangan sel
    Absorbsi air dan unsur hara di dalam tanah dan translokasinya
    Fotosintesis dan translokasi hasil fotosintesis
    Reproduksi
    Metabolisme senyawa-senyawa hasil fotosisntesis.

Apabila kemampuan sel-sel tumbuhan untuk melakukan fungsi-fungsi fisiologisnya diganggu oleh patogen atau faktor lingkungan tertentu, maka salah satu atau beberapa dari fungsi fisiologisnya tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya sehingga terjadi penyimpangan dari keadaan normal yaitu terjadi penyimpangan proses fisiologi tanaman dan dapat dikatakan tanaman tersebut berpenyakit karena tampilan atau penampakannya abnormal.

Untuk menentukan suatu penyebab penyakit dan jenis patogen yang menyebabkan penyakit tersebut, kita harus mendiagnosisnya terlebih dahulu. Langkah pertama dalam diagnosis penyakit tanaman adalah menentukan penyebab penyakit, apakah disebabkan oleh pathogen (faktor biotik) atau karena faktor lingkungan fisik tanaman (faktor abiotik).

Penyakit tanaman yang disebabkan oleh patogen dapat dicirikan dengan keberadaan patogen tersebut pada permukaan tanaman atau di dalam tubuh tanaman. Keberadaan patogen pada permukaan tanaman atau di dalam tubuh tanaman ini dikenal sebagai tanda penyakit dan dapat digunakan sebagai petunjuk bahwa kemungkinan patogen tersebut menimbulkan penyakit. Apabila tidak dijumpai tanda penyakit pada permukaan yang bersangkutan, perlu diamati adanya asosiasi patogen yang diperoleh dari isolasi bahan tanaman yang sakit pada bagian gejalanya.

Cara pathogen biotis menyebabkan penyakit pada tanaman yaitu dengan :
1.    Absorbsi bahan makanan.
2.    Menggangu atau mematikan metabolisme tanaman inang dengan toksin, atau ZPT pathogen biotis.
3.    Koloni pathogen di dalam tumbuhan menghambat aliran bahan makanan, unsure hara mineral, dan air di dalam jaringan floem dan xylem.

Abnormalitas yang ditunjukkan suatu penyakit disebut gejala. Terdapat 2 pengelompokkan gejala penyakit pada tumbuhan yaitu :
•    Gejala Lokal    : gejalanya terbatas pada bagian-bagian tertentu dari tanaman (pada daun, buah, akar, dll)
•    Gejala Sistemik    : gejalanya terdapat di seluruh tubuh tanaman (layu, kerdil, dll).

Berdasarkan bentuknya, ada 3 tipe gejala :
1.    Nekrosa    : gejala sebagai akibat kematian sel-sel/jaringan tanaman.
Gejala nekrosa didahului dengan kerusakan proroplasma, lalu diikuti dengan kematian dengan sel-sel/jaringan tersebut sehingga dapat menimbulkan bercak, noda atau bintik-bintik pada bagian-bagian yang mati tersebut.
Beberapa gejala nekrosis → hidrosis, klorosis, nekrosis (blight/hawar, spot/bercak, board spot/target), perforasi, busuk (busuk basah, busuk kering), eksudasi, kanker, layu, mati ujung, terbakar.
Contoh gejala nekrosa :
    Bercak daun, yaitu lesio setempat pada daun-daun terdiri dari sel-sel yang rusak dan mati, sehingga warnanya berbeda dengan sekitarnya, umumnya berwarna cokelat atau hitam yang lama kelamaan dapat berubah menjadi abu-abu keputihan.
    Hawar, yaitu terjadi nekrosis dan  mengalami perubahan ke warna cokelat dan kering yang sangat cepat/berlebihan pada daun-daun, tunas, dahan, ranting, bunga, dan organ-organ lain, sehingga menyebabkan kematian pada bagian-bagian tersebut.
2.    Hiperplasia    : terjadinya yang pertumbuhan luar biasa dari tanaman.
Biasanya bagian tanaman yang diserang berukuran lebih besar dari keadaan normal, atau warna yang sangat berlainan dari biasanya, atau pembentukan bagian-bagian tanaman dengan tidak menyerupai bentuk aslinya atau tidak sesuai dengan umurnya.
Beberapa gejala hiperplasia → erinose, fasiasi, intumesensesia, kudis, menggulung/mengelinting, pembentukan alat yang luar biasa, prolepsis, sapu, sesidium.
Contoh gejala hiperplasia :
    Kelenjar (galls), merupakan pembengkakan pada tempat-tempat tertentu seperti bisul atau bintil akibat ketidak-teraturansekumpulan sel yang membelah dengan cepat karena adanya serangan dari patogen. Bisul/bintik ada yang besar dan ada pula yang kecil.
    Sapu setan (whitch’s broom), gejala ini terjadi karena timbulnya banyak tunas tidur pada ketiak daun sehingga terdapat banyak ranting dan rapat serta diikuti pula dengan kurang berkembangnya ruas pada batang, cabang, ranting, dan daun-daun.
3.    Hipoplasia    : gejala pengurangan dari ukuran yang normal karena terjadinya penghambatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga tanaman menjadi kerdil atau terjadi penghambatan pembentukan warna sehingga tanaman tidak membentuk klorofil.
Beberapa gejala hipoplasia → etiolasi, kerdil, klorosis, perubahan simetri, roset.
Contoh gejala hipoplasia :
    Kerdil, bagian-bagian tanaman tidak bisa membesar seperti dalam keadaan normal atau ukurannya lebih kecil dari kedaan normal, karena pertumbuhannya terhambat.
    Klorosis, tidak terbentuk klorofil atau kurang berkembangnya klorofil sehingga tumbuhan/daun berwarna kuning atau mosaik yang terdiri atas warna campuran hijau, hijau muda, kuning.

Dari praktikum yang telah dilakukan terdapat beberapa penyakit yang menyerang beberapa tanaman, yaitu :

1. Penyakit Bercak Daun Cercospora Alpukat.
Penyebab: Cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab.
Gejala: Bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah.. Bagian bercak menjadi coklat tua dikelilingi halo berwarna jingga kekuningan. Penyakit ini dapat menghambat pertumbuhan bibit tetapi tidak mematikan bibit. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain

Daur Penyakit : Cercospora purpurea bertahan pada daun dan buah yang sakit, kemudian membentuk konidium jika cuaca lembab. Konidium ini dipencarkan oleh percikan air dan angin, sehingga penyakit ini lebih banyak terdapat di dataran rendah.
Pengendalian : Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
2. Penyakit Antraknosa Alpukat.
Penyebab : Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga.
Gejala : Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga,buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.
Daur Penyakit : Antraknosa alpukat merupakan jamur yang umum, dikarenakan jamur dapat menyerang macam-macam tanaman, dapat hidup sebagai saprofit pada bagian-bagian tanaman yang mati dan sisa-sisa tanaman sakit. Dengan demikian berkembangnya antraknosa lebih ditentukan oleh keadaan tanaman dan faktor lingkungan.
Pengendalian : Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
3. Penyakit Busuk Buah Kakao

Penyebab : Penyakit busuk buah disebabkan oleh Phytophthora palmivora.Penyakit ini disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan, dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab.

Gejala : Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah Warna buah kemudian berubah, yang dengan cepat menyebar keseluruh buah. Akhirnya buah menjadi hitam.

Daur Penyakit : Daur hidup dari penyakit busuknya buah kakao ini adalah Phitophthora palmivora merupakan jamur yang dapat terbawa oleh percikan air hujan ke buah-buah yang dekat dengan tanah. Setelah mengadakan infeksi, dalam waktu beberapa hari jamur pada buah sudah dapat menghasilkan banyak sporangium.

Pengendalian : Dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu:
•    Sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm.
•    Kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun.
•    Cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz, cupravit Cobox, dll. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali.
•    Penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16, Sca 6,ICS 6 dan hibrida DR1.




4. Penyakit Bercak Daun Cordana Pisang.

Penyebab : Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cordana musae (Zimm)Hohn, yang disebut sebagai Scolecotrichum musae Zimm. Jamur mempunyai konidiofor lurus atau agak bengkok, berwarna coklat pucat, bersekat, dengan ukuran 100-220 x 4-8 mikro meter. Konidium bulat telur terbalik, mempunyai 1 sekat, kadang-kadang spora agak melekuk pada sekat ini, dan berwarna agak kecoklatan. Konidium terbentuk pada bagian ujung dan bagian tengah konidiofor yang agak membengkak, yang terutama dibentuk pada sisi bawah daun.

Gejala : Awal mula, pada daun timbul bercak-bercak berbentuk telur, kadang-kadang berlian, kemudian membesar dan berwarna coklat pucat dengan bagian tepi yang berwarna coklat kemerahan dan dikelilingi halo yang berwarna kuning cerah.

Daur Penyakit : Konidium jamur dipencarkan oleh angin. Spora ini berkecambah membentuk pembuluh kecambah, yang dapat mengadakan pentrasi langsung kedalam jaringan tanaman dsengan membentuk apresorium. Tetapi pada umumnya jamur ini dianggap sebagai parasit sekunder yang masuk ke dalam jaringan dengan mengikuti patoge lain, tetapi seterusnya dapat memperluas bercak yang disebabkan oleh pathogen yang pertama tadi. Benang-benang jarum berasal dari dalam jamur dan diantara sel-sel tanaman inang.

Pengendalian : Tidak menanam pisang di bawah naungan yang lebat dan tidak menanam pisang terlalu rapat. Selain itu dapat memakai fungisida untuk mengendalikannya.

5. Penyakit Layu Bakteri Pisang
Penyebab : Penyakit layu ini disebabkan oleh bakteri Pseudomonas Solaracearum. Penularan penyakit melalui bibit, tanah, air irigasi, alat-alat pertanian atau serangga penular (vector).
Gejala : Setelah timbulnya tandan, gejala mulai muncul. Permulaan daun muda mengalami perubahan warna dan pada ibu tulang daun terlihat garis coklat kekuningan kearah tepi daun hingga buah menjelang masak. Daun lalu menguning/coklat, dan layu. Gejala spesifik adalah terdapatnya lendir bakteri yang berbau, berwarna putih abu-abu sampai coklat kemerahan keluar dari potongan buah atau bonggol, tangkai buah, tangkai tandan dan batang.
Daur Penyakit : Konidium jamur dipencarkan oleh angin. Spora ini berkecambah membentuk pembuluh kecambah, yang dapat mengadakan pentrasi langsung.
Pengendalian : Pengendalian atau pencegahanyang dianjurkan adalah:
•    Melarang perpindahan bibit/tanaman beserta tanahnya dari daerah endemik.
•    Penanaman bibit pisang sehat/bebas penyakit.
•    Pembungkusan buah beberapa saat setelah jantung keluar.
•    Sterilkan alat-alat yang dipakai dengan menggunakan formalin 30%.
•    Perbaikan drainase kebun.
•    Fumigasi tanah bekas tanaman yang terserang dengan Methyl Bromide (secara injeksi).
•    Pemusnahan tanaman sakit dengan menggunakan 5 – 20 ml larutan herbisida glyphosate 5% atau 2,4-D 2,25%.
•    Melakukan rotasi tanaman misalnya dengan menggunakan family graminae seperti sorgum, padi, jagung, rumput gajah dan lain sebagainya untuk memotong siklus patogen di dalam tanah selama sekitar satu tahun.
6. Penyakit Kerdil Pisang
Penyebab : Penyakit ini disebabkan oleh Virus Bunchy top. Penularannya melalui vektor Pentalonia negronervosa Coq.
Gejala : Gejala awal ditandai oleh adanya gejala hijau gelap bergaris pada tangkai dan tulang daun menyerupai sandi morse. Pada lembaran daun di dekat ibu tulang daun terdapat bercak/garis bengkok hijau gelap. Ketika tanaman semakin tua, pertumbuhan daun menjadi terhambat, berukuran kecil, kaku dan mengarah ke atas, tanaman menjadi kerdil. Gejala lainnyaa adalah daun muda tampak lebih tegak, pendek, lebih sempit dan tangkainya lebih pendek dari yang normal, daun menguning sepanjang tepi lalu mengering, daun menjadi rapuh dan mudah patah, tanaman terlambat pertumbuhannya dan daun-daun membentuk roset pada ujung batang palsunya

Daur Penyakit : Kerdil pisang dipencarkan oleh bahan tanaman dan oleh kutu daun, Pentalonia nigronervosa Coq. Penyakit tidak dapat menular dengan parang atau cairan tanaman sakit . Sering anakan tidak menunjukan gejala pada saat ditanam dan kelak gejala berkembang padanya . ini disebut infeksi laten atau berkedok . Tunas – tunas ini dapat terinfeksi sangat awal setelah muncul oleh kutu daun yang sangat menyenangi daun yang sangat muda .
Pengendalian : Pengendalian dilakukan dengan menanam bibit yang sehat dan sanitasi kebun dengan membersihkan tanaman inang seperti Abaca (Musa textiles), Heliconia spp dan Canna spp, pembongkaran rumpun sakit, lalu dipotong kecil-kecil agar tidak ada tunas yang hidup. Cara lain adalah dengan menggunakan insektisida sistemik untuk mengendalikan vektor terutama di persemaian.
7. Penyakit Keriting Cabai
Penyebab : Berdasarkan penelitian diketahui bahwa penyakit disebabkan oleh Tomatto yellow leaf curl virus ( TYLCV ) , dengan partikel kembar yang termasuk kedalam kelompok virus Gemini . Dengan mikroskop electron diketahui bahwa partikel virus berbentuk bulat dengan diameter lebih kurang 18 nm berpasangan atau bertiga .

Gejala : Virus ini menyebabkan menguningnya tulang - tulang daun dan tepi tepi daun membelok keatas atau kebawah . Sebagian atau seluruh daun menguning , di awali dari daun bagian atas . Daun mengriting dan tanaman kerdil . Bunga dan buah rontok . Buah yang tidak rontok bentuknya menyimpang. terjadinya penciutan pada bagian cabai dan juga dapat menyebabkan mati dibagian ujung.
Daur Penyakit : Virus tidak dapat menular secara mekanik dan melalui biji , tetapi dapat ditularkan dengan penyambungan dan lalat putih . Lalat putih menularkan virus secara Persisten , dapat menularkan virus setelah menghisap tanaman sakit selama 60 menit dan menghisap tanaman sehat selama 24 jam .

Pengendalian : Penyakit dapat dikelola dengan mengendalikan lalat potih dengan memakai insectisida atau pergiliran tanaman . Tumpang sari dengan mentimun dan gude ( Cajanus cajan ) dapat mengurangi penyakit . Jika tanaman sudah terlanjur terserangan dan pertumbuhannya terlihat tidak normal maka setelah serangga dikontrol dengan pestisida maka dilanjutkan dengan penyemprotan hormon pemacu pertumbuhan seperti GA3, Atonik, atau hormonik dan POC NASA

8. Penyakit Kerupuk Keriting Tembakau
Penyebab : Virus kerupuk tembakau (Tabacco Leaf Corl Virus = TLCV). Zarah-zarah virus ini berbentuk bulat dengan garis tengah 39 nm.
Gejala : Didalam tulang daun jumlah floem bertambah, perisikel membesar, dan ada pembentukan sel-sel xylem baru. Serangannya adalah daun terlihat agak berkerut, tepi daun melengkung ke atas, tulang daun bengkok, daun menebal, atau sampai daun berkerut dan sangat kasar. Tanaman inangnya dibagian daun tembakau.
Daur Penyakit : penyakit kerupuk tidak dapat menular secara mekanis(dengan gosokan). Penularannya dilakukan oleh lalat putih,Bemisia gossypiperada.
Pencegahan : Penyakit ini dapat dicegah dengan memberantas vektor lalat putih (Bemisia tabaci) dengan insektisida dimetoat atau imedakloprid. Selain itu dapat dilakukan pengendalian gulma yang dapat menjadi tumbuhan inang virus dari lahan sekitar tembakau.





IV. KESIMPULAN


Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah :
1.    Berdasarkan gejalanya, terdapat 2 gejala penyakit tanaman yaitu gejala local dan gejala sistemik.
2.    Berdasarkan bentuknya, ada tiga tipe gejala, yaitu : nekrosa, hipoplasia, dan hyperplasia.
3.    Tanaman dikatakan sehat apabila tampilan atau penampakan dari tanaman tersebut normal dan dapat menjalankan fungsi fisiologisnya dengan lancar sesuai dengan potensi genetisnya.
4.    Tanaman abnormal yaitu tanaman yang tidak dapat menjalankan fungsi fisiologisnya secara normal dan terdapat penamapan yang tidak normal.
5.    Untuk mendiagnosis penyakit tumbuhan tidak cukup hanya mengetahui gejala penyakitnya saja, tetapi kita perlu mengetahui dan memahami juga tanda penyakitnya.




















DAFTAR PUSTAKA


Agrios,G.N.1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gajah Mada University Press: Yogyakarta.

Gardner, F.P., R. B. Pearce, R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya (Terjemahan Herawati Susilo). Universitas Indonesia.

Mujim, Subli. Dasar-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan (Buku Ajar). 2009. Bandarlampung. Universitas lampung.

Salisbury, F. B., C. W. Ross. 1992. Fisiologi Tumbuhan (Terjemahan Diah R. Likman). ITB Bandung.

Semangun, H. Penyakit-penyakit Tanaman Hortikutura di Indonesia. Gadjah Mada University Press.































LAMPIRAN

2 komentar:

Dimas mengatakan...

ya ampun.. gw nyontek blognya tety ternyata.. DOZOO ANYONG!!!

annyounghasimnikka mengatakan...

yuhuuu smoga membntu

Poskan Komentar

Please leave your comment and join this site :D 감사합니다. no spam please :DD

Template by:

Free Blog Templates